Home  /  Seni  / 5 Proses Berkarya Seni Lukis

5 Proses Berkarya Seni Lukis


5 Proses Berkarya Seni Lukis

Anda tentunya sudah tahu bahwa karya seni rupa dua dimensi memiliki banyak ragam dan jenisnya. Berdasarkan bahannya kita mengenal karya seni kriya kulit, kriya logam, kriya kayu dll. Adapun pengkategorian berdasarkan tekniknya kita mengenal jenis karya seni batik, seni ukir, seni pahat, kriya anyam dll. Pengkategorian jenis karya seni rupa berdasarkan waktu perkembangannya kita dapat mengelompokan ke dalam karya seni rupa pra sejarah, tradisional, klasik, modern, pos modern, kontemporer dll. Pengkategorian karya ini sangat kita perlukan terutama dalam kegiatan kritik dan aspirasi.

Selain berdasarkan bahan, teknik dan waktu, karya seni rupa dua dimensi dapat dikategorikan juga berdasarkan fungsi atau tujuan pembuatannya. Melalui pengkategorian berdasarkan fungsi ini kita mengenal karya seni rupa terapan dan seni rupa murni untuk membedakan kegunaan praktis dari karya seni rupa tersebut. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan (fungsi) khusus kita dapat mengkategorikan karya seni rupa yang memiliki fungsi sosial, ekspresi, pendidikan, keagamaan dll.

Nah, pada topik kali ini akan membahas tentang proses berkarya seni lukis. Seni lukis sendiri termasuk dalam kategori karya seni rupa dua dimensi yaitu seni murni. Dan dalam seni murni ada beberapa jenis karya seni yaitu dapat berupa drawing, relief, seni grafis, dan seni lukis.

Ada lima cara dalam Proses Berkarya Seni Lukis :

1# Mencari ide atau gagasan berkarya

Pada tahap ini kita memaksa otak kita untuk berfikir mencari ide atau gagasan berkarya. Ketika mencari ide kita tentukan terlebih dahulu jenis aliran lukis apa yang mau kita tuangkan dalam sebuah karya seni. Jenis aliran seni lukis yaitu meliputi ; Aliran Realisme, Aliran Surealisme, Aliran Ekspresionisme, dan sebagainya.

lukisan 1

Contoh Aliran Surealisme 1.1 by Dan Mumford

lukisan 2

Contoh Aliran Ekspresionisme 1.2 by Dan Mumford

Ada beberapa cara mencari ide atau gagasan berkarya seni lukis :

  • Mencari informasi

Bacalah informasi atau topik-topik baru melalui buku, media massa atau internet agar otak kita terpacu (terinspirasi) memunculkan ide-ide kreatif yang brilian.

  • Ketika berlibur

Sempatkan minimal satu bulan sekali untuk berlibur ke tempat-tempat yang memang kita butuhkan atau perlukan untuk berimajinasi dan menemukan ide (gagasan).

  • Ketika bersantai

Luangkan waktu untuk mengosongkan pikiran di tempat yang sejuk atau indah, sambil minum segelas teh hangat dan menikmati kenyamanan yang alam berikan.

  • Bersosialisasi

Membangun hubungan dengan orang baru akan menambah persepsi baru tentang hidup dan kehidupan. Dengan bersosialisasi kita juga akan mendapatkan pengalaman-pengalaman baru dan tentunya melalui hal tersebut kita akan menemukan banyak ide-ide yang cukup brilian khususnya dalam karya seni lukis.

2# Menemukan ide atau gagasan berkarya

Ketika kita sudah menemukan sebuah ide (gagasan) berkarya maka jangan langsung menuangkan ke dalam kain kanvas karena jika terjadi kesalahan ide atau ketika sedang melukis, maka menghapusnya akan memakan waktu yang lama bahkan bisa menghabiskan bahan dari kain kanfas itu sendiri dan juga cat minyak.

Langkah-langkah ketika sudah menemukan ide :

  • Catat ide pada kertas

Menyimpan ide dalam catatan kecil akan lebih berguna untuk meneruskan kembali ide yang sudah didapat. Ketika apa yang kita fikir kemudian di catat kemungkinan besar catatan kecil semakin banyak dan memudahkan kita untuk meneruskan ide ke dalam sketsa.

  • Meminta komentar dari orang lain

Meminta komentar dari orang lain terhadap ide kita dapat sangat menguntungkan karena adanya masukan-masukan pendapat orang lain. Dan itu bisa memperbaiki ide yang sudah ada untuk menjadi lebih bagus. Kita tidak akan pernah dapat menebak ide yang akan disampaikan itu baik atau tidak. Maka dari itu perlu adanya komentar dari orang lain.

3# Menuangkan ide atau gagasan berkarya ke dalam sketsa

Selanjutnya menuangkan ide ke dalam sketsa. Sketsa adalah gambar sederhana atau draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok tanpa detail. Dalam menggunakan sketsa, kita dapat menuangkan ide-ide ke dalam bentuk gambar sederhana atau draf kasar. Dengan membuat gambar sketsa terlebih dahulu maka pekerjaan proses karya seni lukis akan lebih efektif.

Langkah-langkah menuangkan ide (gagasan) ke dalam sketsa :

  • Siapkan pensil dan kertas

Pensil dan kertas adalah alat utama yang harus ada dalam membuat sketsa. Dan penghapus hanya sebagai alat tambahan.

  • Membuat sketsa

Mulai menggambar menggunakan pensil dengan ide yang sudah di tentukan. Di dalam sebuah sketsa gambar tidak begitu detail, hanya objek-objek penting saja yang menonjol.

4# Memindahkan sketsa ke dalam kain kanfas

Kemudian setelah kita selesai membuat sketsa dan agar karya kita mempunyai nilai estetika yang lebih bagus, maka pindahkan ke dalam kain kanvas. Kanvas sendiri yaitu kain yang berlapis cat campur lem, merupakan kain terbuat dari kain tipis atau kain yang tebal dan kuat. Bahan ini dipergunakan untuk membuat layar dan terutama dasar lukisan.

Langkah-langkah memindahkan sketsa ke dalam kain kanfas :

  • Siapkan alat dan bahan

Menggunakan kain kanvas yang dibentangkan/bingkai dan cat minyak.

  • Mulai melukis

Meneruskan sketsa yang telah dibuat dengan cara mewarnai atau goresan tipis pada objek pokok (positif) dan latar belakangnya (negatif). Menyempurnakan lukisan dengan kontur, penyinaran (spot light), penegasan, dan penentuan gelap terang.

Proses melukis dengan menggunakan bahan yang satu dengan yang lainnya tidak lah sama, demikian pula dengan teknik yang digunakan. Seperti melukis dengan cat air, melukis dengan pastel, dan melukis dengan cat minyak, semua itu mempunyai teknik yang berbeda dalam proses melukisnya.

5# Mempresentasikan karya seni

Yang terakhir adalah mempresentasikan karya seni. Arti dari presentasi adalah kegiatan berbicara di hadapan banyak hadirin dan merupakan kegiatan pengajuan suatu topik. Presentasi lebih sering dibawakan dalam acara bisnis.

Presentasi Realitas Dalam Karya Seni Rupa Murni

# ABSTRACT

Menghadirkan atau mempresentasikan realitas dalam karya seni rupa sangat kompleks karena bisa didekati secara objektif dan subjektif. Realitas sendiri hakikatnya juga memiliki ragam yang tidak terbatas.

Secara historis, seniman dalam menuangkan realitas sebagai sumber inspirasi ke dalam karyanya mengalami tahapan yakni :

  • Mimesis

Menghadirkan realitas tanpa distorsi untuk menghadirkan realitas yang diacunya.

  • Representasi

Menghadirkan realitas dengan distorsi untuk mengacu pada realitas yang lain.

  • Simulasi

Menghadirkan realitas untuk menghasilkan realitas yang dihasilkannya itu sendiri.

Banyak orang membutukan informasi ini. Bagikan artikel GRATIS ini sekarang juga. . .

Related Post


Cerpen – Para Pembunuh dari Masa Lalu
Cerpen – Para Pembunuh dari Masa Lalu

         Ragion menutup telinganya. Ia terduduk di tempat tidur kamarnya.…

Cerpen – Ketika Langit Hitam Sempurna
Cerpen – Ketika Langit Hitam Sempurna

  Hari hampir tengah malam, tapi Jakarta memang tak pernah…

Cerpen – Para Pengejar Bayang-bayang
Cerpen – Para Pengejar Bayang-bayang

        Senja menimpa kota. Seminggu sudah matahari…

Cerpen – Kristal Hujan
Cerpen – Kristal Hujan

        Igo, seorang lelaki muda berkemeja abu-abu…