Home  /  Seni  / 6 Taktik Bertahan dalam Beladiri Pancak Silat

6 Taktik Bertahan dalam Beladiri Pancak Silat


6 Taktik Bertahan dalam Beladiri Pancak Silat

Taktik pertahanan sendiri merupakan suatu siasat yang dilakukan kepada lawan, dengan tujuan menahan atau menghindari serangan lawan (pembelaan) supaya tidak mengalami kekalahan dalam pertandingan. Pembelaan sangat penting dalam pancak silat. Nah, oleh sebab itu setiap pesilat harus menguasai teknik dasar yang satu ini. Teknik pertahanan dalam pancak silat meliputi teknik hindaran, elakan, dan tangkisan.

Prinsip pembelaan harus dipupuk agar menjadi sikap pembelaan diri secara mental, jiwa, dan teknik. Taktik pembelaan pun mempunyai beberapa tingkatan. Tingkatan pembelaan ini terdiri atas pembelaan dasar, pembelaan lanjutan, dan pembelaan teknik. Teknik pembelaan harus sesuai dengan teknik menyerang dan bertahan.

Bertahan dalam ilmu beladiri pancak silat adalah suatu usaha menghindari atau memunahkan serangan lawan yang dilakukan dengan elakan, hindaran, tangkisan, buangan dan tangkapan.

1# Elakan

Elakan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan sikap kaki yang tidak berpindah tempat atau kembali ketempat semula. Elakan terdiri atas :

Elakan atas

a). Mengelakkan diri dari serangan pada bagian sebelah bawah.

b). Mengangkat kedua kaki dengan sikap tungkai di tekuk.

c). Disertai dengan sikap tubuh dan tangan waspada.

d). Mendarat dengan kaki saling menyusul atau kedua kaki.

Elakan bawah

a). Mengelakkan diri dari serangan pada bagian sebelah atas.

b). Merendahkan diri dengan sikap tungkai di tekuk tanpa memindahkan kaki.

c). Disertai dengan sikap tubuh dan tangn waspada.

Elakan belakang

a). Mengelakkan diri dari serangan lurus depan dan samping.

b). Dari sikap kuda-kuda depan, memindahkan berat badan ke belakang.

c). Disertai dengan sikap tubuh dan tangan waspada.

Elakan samping

a). Mengelakkan diri dari serangan lurus depan dan atas.

b). Dari sikap kangkang, memindahkan badan ke samping dengan merubah sikap tungkai/kuda-kuda.

2# Hindaran

Hindaran adalah usaha pembelaan dengan cara memindahkan sasaran dari arah serangan, dengan melangkah atau memindahkan kaki. Unsur-unsur hindaran meliputi: sikap pasang, sikap tubuh dan sikap tangan.

a). Hindaran hadap, menghindar dengan memindahkan kaki sehingga posisi tubuh menghadap lawan.

b). Hindaran sisi, menghindar dengan memindahkan kaki kanan sehingga posisi tubuh menyamping lawan, berat badan di sebelah kanan.

c). Hindaran angkat kaki, menghindar dengan mengangkat salah satu kaki.

d). Hindaran kaki silang, menghindar dengan memindahkan kaki kanan secara menyilamgke belakang.

3# Tangkapan

Usaha menggagalkan serangan lawan dengan cara menangkap tendangan kaki lawan.

4# Tangkisan

Tangkisan adalah usaha pembelaan yang dilakukan dengan cara mengadakan kontak langsung dengan alat serangan yang dilancarkan oleh lawan. Tangkisan langsung bertujuan mengalihkan serangan dari lintasan dan membendung atau menahan serangan. Tangkisan terdiri atas:

Tangkisan satu tangan :

a). Tangkisan luar. Dilakukan cara menangkis diikuti kaki melangkah ke sisi luar samping badan luar.

b). Tangkisan dalam. Dilakukan dengan cara menangkis diikuti kaki melangkah ke sisi dalam samping badan lawan.

c). Tangkisan atas. Dilakukan dengan cara menangkis dari bawah ke atas.

d). Tangkisan bawah. Dilakukan dengan cara menangkis dari atas ke bawah.

e). Tangkisan siku dalam. Dilakukan dengan cara menangkis ke depan diikuti kaki melangkah ke sisi dalam samping badan lawan.

f). Tangkisan siku luar. Dilakukan dengan cara menangkis diikuti kaki melangkah ke samping sisi luar badan.

Tangkisan dua tangan :

a). Sejajar dua tangan ¾ lengan atas. Dilakukan dengan cara menghindar ke samping kedua tangan menangkis ¾ lengan atas lawan.

b). Belah. Dilakukan dengan cara mengelak mundur disertai kedua tangan membelah menangkis serangn lawan.

c). Silang (tinggi rendah). Dilakukan dengan cara menyilangkan kedua tangan  menangkis ke bawah dari serangn lawan.

d). Buang samping. Dilakukan dengan cara mengelak mundur disertai kedua tangan membuang dari serangn lawan.

5# Bertahan pasif

Bertahan pasif adalah taktik yang dilakukan dengan cara melakukan hindaran atau tangkisan terhadap serangan yang dilakukan lawan, selanjutnya melakukan balasan pada lawan. Taktik ini dapat dilakukan dengn sempurna bila pesilat memiliki kecepatan reaksi dan kemampuan koordinasi yang baik.

a). Hindar sambut. Dilakukan dengan cara menunggu lawan melakukan serangan untuk kemudian di balas baik dengan menggunakan pukulan maupun tendangan. Taktik tersebut dilakukan pada saat melakukan serangan, pesilat melakukan hindaran atau tangkisan untuk kemudian melakukan serangan balasan. Taktik ini tepat digunakan untuk menghadapi lawan yang memiliki tipe menyerang langsung.

b). Jemputan. Taktik jemputan dapat dilakukan dengan menggunakan teknik pukulan, tendangan, dan jatuhan. Taktik ini dilakukan dengan cara menabrak lawan pada saat lawan akan melakukan gerakan menyerang. Jemputan lebih tepat diterapkan untuk mengatasi lawan yang memiliki tipe serangan tidak langsung.

c). Ganjalan. Ganjalan sendiri dapat dilakukan menggunakan teknik tendangan T (samping). Taktik ini dapat dilakukan oleh pesilat yang memiliki kecepatan bergerak yang baik. Taktik ganjalan dilakukan dengan cara menghentikan gerakan lawan pada saat akan melakukan serangan dengan menggunakan tendangan T (samping). Taktik ini tepat digunakan untuk lawan yang memiliki tipe serangan langsung.

6# Bertahan aktif

Bertahan aktif adalah taktik yang dilakukan dengan cara melakukan gerakan-gerakan yang bertujuan untuk memancing lawan agar melakukan serangan. Setelah itu pesilat dapat segera melakukan teknik jatuhan. Untuk melakukan taktik bertahan aktif, pesilat harus memiliki kecepatan gerak dan kecepatan reaksi yang bagus. Taktik bertahan aktif biasanya dilakukan oleh pesilat yang memiliki teknik bantingan yang bagus. Taktik pancingan baik dengan mengunakan tangan maupun kaki perlu dilakukan pada saat pesilat menghadapi lawan yang memiliki tipe bertahan. Pesilat yang memiliki tipe bertahan memiliki kecenderungan untuk melakukan hindar sambut pada saat lawan bergerak. Sedangkan pesilat yang memiliki tipe bertahan aktif mempunyai kecenderungan untuk bergerak atau membuat gerakan dengan tujuan membuat lawan melakukan serangan dan untuk selanjutnya melakukan teknik balasan ataupun teknik bantingan. Taktik bertahan aktif digunakan untuk menghadapi lawan yang memiliki tipe hindar sambut yang bagus.

Oleh: Soni Saputra

artikel-berkualitas

Banyak orang membutukan informasi ini. Bagikan artikel GRATIS ini sekarang juga. . .

Related Post


Cerpen – Bulan Sepotong Semangka
Cerpen – Bulan Sepotong Semangka

      Jam dinding menunjukan jam tiga pagi. Di ruangan…

Cerpen – Senandung Gerbong
Cerpen – Senandung Gerbong

          ♫♫  “Tangis yang beku mengalir…

Cerpen: Kisah Lelaki Ikan
Cerpen: Kisah Lelaki Ikan

      Namanya Galung. Mereka menyebutnya lelaki ikan. Meskipun sebetulnya mereka…

Cerpen – Aragea, Malam Tanpa Jeda (Bagian 1)
Cerpen – Aragea, Malam Tanpa Jeda (Bagian 1)

         Sebuah api unggun besar menyala di…