Home  /  Lingkungan  / Inilah Solusi Tuntas untuk Mengatasi Kemacetan di Kota Besar

Inilah Solusi Tuntas untuk Mengatasi Kemacetan di Kota Besar


Inilah Solusi Tuntas untuk Mengatasi Kemacetan di Kota Besar

Kemacetan adalah masalah klasik yang sering dikeluhkan orang-orang di kota besar. Jakarta adalah satu dari sekian kota besar yang mengalami hal tersebut. Bukan hal mudah mengatasi kemacetan secara tuntas. Bahkan pemeritahan silih berganti rezim, kemacetan belum juga terselesaikan. Betulkah kemacetan itu masalah yang bisa diibaratkan mengurai benang kusut?

Pengibaratan diatas bisa jadi tepat tapi bisa juga terlalu berlebihan. Yang perlu diingat bahwa mengatasi kemacetan bukanlah sesuatu yang mustahil. Untuk mengatasi kemacetan hanya membutuhkan kerja sama dan komitmen kuat semua kalangan terutama pemerintah sebagai pemilik wewenang komando.

Penyebab Kemacetan

Sebelum berbicara solusi, mari kita merenung sejenak mengenai apa  yang menjadi penyebab kemacetan panjang  dan rutin serta seolah-olah semua orang dituntut untuk diam dan merasa maklum.

1# Ruas jalan yang sempit

Dibandingkan Negara lain, Indonesia bukanlah negara terbaik dalam hal pembangunan jalan. Pemerintah seperti tidak merasa berkewajiban menginvestasikan uang dalam pembangunan jalan yang serius. Sulitnya pembebasan lahan menjadi alasan yang selalu dijadikan senjata andalan. Padahal mau sampai kapan mengelak? Menunda dan tidak mencari solusi untuk pembebasan lahan dimasa sekarang bukankah justru akan menambah bobot kesulitanya di masa yang akan datang? Semakin hari tentu akan semakin banyak orang yang membangun kawasan bisnis secara permanen di pinggir jalan. Itu tentu saja akan lebih mempersulit agenda pembebasan lahan.

2# Banyaknya kendaraan pribadi

Banyaknya orang yang mampu membeli kendaraan pribadi bisa jadi merupakan indikator bahwa perekonomian Indonesia membaik dan semakin banyak orang yang sejahtera. Tunggu dulu, ternyata pada kenyataannya, orang yang membeli kendaran pribadi bukan hanya karena mampu melainkan banyak juga karena alasan gengsi dan tuntutan mobilitas kerja. Misalnya kendaraan bermotor, banyak dipilih masyarkat kalangan menengah ke bawah karena alasan kepraktisan dan kenyamanan. Kendaraan roda dua tersebut digunakan untuk berangkat ke tempat kerja, sekolah dan sebagainya.

3# Pengendara tidak taat rambu lalu lintas

Kesadaran akan taat aturan lalu lintas di Indonesia masih sangat rendah. Banyak orang yang melanggar rambu. Parkir di sembarang tempat sehingga badan jalan semakin sempit, kendaraan umum berhenti tidak di tempatnya, dan banyak lagi pelanggaran lainnya, adalah contoh pelanggaran lalu lintas yang dapat memicu terjadinya kemacetan.

4# Jalanan rusak

Jalanan yang rusak dan berlubang bisa memaksa pengendara untuk memperlambat laju kendaraan oleh sebab itu akan terjadi penumpkan volume kendaraan. Selain itu, jalanan yang rusak bisa menjadi biang kerok terjadinya kecelakaan. Hal ini tentu juga akan menciptakan kemacetan mendadak.

Solusi Kemacetan Sementara

Gagasan untuk menaikan harga jual kendaraan pribadi, termasuk mempersulit syarat pengajuan kredit kendaraan, membatasi produksi kendaran pribadi, membatasi jumlah kendaraan yang boleh dimiliki dalam satu keluarga, membatasi tahun produksi kendaraan layak lintas di jalan raya, penetapan jalur 3 in 1 bahkan melarang kendaraan roda dua melintas dijalan-jalan tertentu bukanlah solusi terbaik.

Kemacetan mungkin akan sedikit berkurang tapi hanya untuk sementara waktu. Bayangkan jika orang-orang yang terkendala aturan pemerintah tersebut lalu mereka memilih naik kendaraan umum, tapi keadaan kendaraan umum tidak dibenahi dengan baik, apa yang terjadi? Kekacauan melebihi kemacetan itu sendiri. Banyak orang akan semakin sulit beraktivitas. Dalam keadaan inilah keseriusan pemerintah dipertanyakan.

Penyebab Kendaraan Umum Tidak Populer

Kita sudah tahu bahwa kendaraan umum adalah solusi kemacetan. Sekarang mari kita selidiki apa sebenarnya penyebab rendahnya minat orang untuk naik kendaraan umum:

1# Alasan waktu

Kendaraan umum yang tidak punya jalur khusus tentu akan berjibaku dengan kemacetan layaknya kendaraan pribadi lainnya. Ditambah acara mencari penumpang di sepanjang jalan maka akan menambah durasi tempuh. Jika seorang harus menempuh perjalanan normal dengan kendaraan pribadi selama 2 jam, maka dengan kendaraan umum bisa jadi seseorang harus menyediakan waktu lebih dari 2 jam untuk mengamankan diri dari keterlambatan. Ini tentu bukan pilihan menarik.

2# Alasan keamanan

Maraknya premanisme dan aksi kriminal di angkutan umum semakin menambah buruk wajah angkutan umum. Terjadinya pemerkosaan, pemalakan, pencopetan, penodongan, sopir yang ugal-ugalan dan sebagainya menjadi alasan orang enggan naik kendaran umum. Keamanan tentu adalah masalah krusial. Orang cendrung akan mengamankan diri dengan cara yang bisa mereka lakukan termasuk dengan menghindari naik angkutan umum.

3# Alasan harga

Naik kendaraan umum seharusnya lebih hemat dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Tapi kenyatannya seringkali tidak demikian. Ditambah lagi dengan gencarnya produsen kendaran pribadi mempromosikan teknologi hemat bahan bakar pada produk terbaru mereka, tentu akan menarik minat banyak orang untuk mengalihkan moda transportasi sehari-hari.

4# Alasan kepraktisan

Terpikirkan atau tidak, sebetulnya naik kendaran umum seringkali dinilai tidak praktis. Tidak semua jalan memiliki trayek angkutan umum. Sehingga seringkali orang yang bertujuan ke tempat yang tidak populer harus berkal-kali naik turun angkutan umum dan bahkan harus disambung dengan berjalan kaki. Bagaimana dengan orang yang sedang mencari alamat? Tentu sangat tidak praktis.

Masih banyak alasan lain, tapi saya rasa 4 alasan di atas sudah cukup mewakili. Dengan melihat kekurangan-kekurangan kendaran umum di atas, dengan berat hati saya katakan bahwa orang yang masih naik kendaraan umum hanya karena tidak punya pilihan lain atau terpaksa. Kendaran pribadi sedang rusak, tempat tujan tidak menyediakan tempat parkir yang aman, atau bahkan belum mampu memiliki kendaraan pribadi adalah alasan orang yang rela naik kendaraan umum. Ini tentu sangat ronis.

Solusi Kemacetan yang Sebenarnya

Menurut saya, solusi yang paling inti untuk mengatasi kemacetan adalah membenahi kendaran umum. Buat kendaran umum dengan jalur ekslusif sehingga kecepatan dan ketepatannya bisa diukur. Biarkan proyek tersebut dijalankan oleh perusahaa swasta agar lebih professional dan terbebas dari korupsi. Lengkapi dengan fasilitas yang memanjakan penumpang. Berilah jaminan keamanan. Gunakan teknologi dalam hal pembayaran tiket. Kelola SDM handal untuk dijadikan pegawai dan pelayan. Berilah subsidi pada perusahaan tersebut sehingga harga tarif atau ongkos bisa murah dan sesuai dengan kalangan menengah ke bawah. Singkat kata buatlah kendaraan umum yang harganya kaki lima tapi kualitas bintang lima. Siapa orangnya yang kemudian tidak tertarik?

Solusi mengatasi kemacetan tidak bisa dilakukan dengan aturan yang kaku dan memaksa. Orang harus dengan sendirinya memilih naik kendaraan umum bukan karena paksaan berbagai hal. Jika cara ini berhasil, praktis aturan penerapan jalur 3 in 1, pelarangan sepeda motor melintas di jalan terentu, dan bahkan pembatasan jumlah produksi kedaraan bagi perusahaan produsen kendaraan tidak perlu lagi diterapkan.

Orang-orang dengan logikanya sendiri akan memilih naik kendaraan umum yang murah dan terjamin dibandingkan dengan naik kendaraan pribadi yang mahal dan beresiko. Setelah hal ini berjalan, pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk melanjutkan proyek pelebaran jalan. Karena bagaimanapun pelebaran jalan tetap diperlukan karena populasi manusia memang terus bertambah.

Ditulis oleh: Riyan Putra

artikel-berkualitas

Banyak orang membutukan informasi ini. Bagikan artikel GRATIS ini sekarang juga. . .

Related Post


Manfaat Rumput bagi Manusia
Manfaat Rumput bagi Manusia

Rumput adalah sejenis tumbuhan kecil yang dapat tumbuh dengan sendirinya,…

Kerusakan Lingkungan di Danau Toba Salah Siapa?
Kerusakan Lingkungan di Danau Toba Salah Siapa?

Keindahan alam Danau Toba dan Pulau Samosir yang terkenal seantero…