Home  /  Umum  / Pernikahan Dini Berdampak Buruk? Benarkah?

Pernikahan Dini Berdampak Buruk? Benarkah?


Pernikahan Dini Berdampak Buruk? Benarkah?

Pernikahan dini atau menikah di usia sangat muda, bukanlah sesuatu yang aneh. Bahkan sejak dulu, di kampung atau desa-desa terpencil, pernikahan usia muda adalah hal yang lumrah terjadi. Sebetulnya ada banyak alasan yang membuat seseorang memutuskan untuk menikah atau menikahkan putra-putri mereka di usia belia misalnya:

● Faktor Ekonomi

Masih tingginya angka kemiskinan di Indonesia ternyata cukup berkorelasi positif juga terhadap tingginya angka pernikahan dini. Kesulitan ekonomi keluarga dimana seorang Bapak harus bekerja keras menanggung biaya hidup dari semua anggota keluarga tentu bukan pemandangan yang indah. Sebagian di antara orang tua menganggap, menikahkan anak mereka (terutama anak perempuan) saat masih remaja, bisa meringankan beban keluarga atau bahkan bisa meningkatkan perekonomian keluarga. Hal ini terjadi karena secara umum budaya di Indonesia, setelah seorang gadis dinikahkan maka ia akan ikut dengan suaminya. Terlebih jika sang lelaki (calon suami) merupakan keluarga yang berada.

● Perjodohan

Di zaman yang modern seperti sekarang ini, ternyata masih ada saja, orang tua yang menjodohkan anak mereka, meskipun tidak sebanyak pada zaman dulu. Ada yang menjodohkan anak mereka sejak kecil. Biasanya hal ini terjadi pada keluarga terhormat demi alasan menjaga kehormatan keluarga sehingga besanan-pun harus dengan keluarga yang selevel derajatnya. Selain itu perjodohan tersebut bisa juga karena alasan kepentingan bisnis, pelunasan hutang, perjanjian dan lain sebagainya.

● MBA ( Married By Accident )

Beberapa di antara mereka yang menikah dini, adalah karena MBA atau hamil diluar nikah. Alasan ini merupakan hal yang paling umum ditemukan di masyarakat sekitar. Pendidikan dalam keluarga yang baik, ilmu agama yang ditanamkan sejak kecil, dan lingkungan sangat berpengaruh untuk mencegah hal ini terjadi.

Itulah beberapa penyebab yang mempengaruhi pernikahan dini semakin populer. Pada kenyataannya, tidak selamanya pernikahan dini bisa menjadi pernikahan yang harmonis dan langgeng, tapi sebaliknya, lebih banyak yang berdampak buruk bagi mereka yang menjalaninya. Berikut penjelasan nya :

● Dampak Hukum

Pernikahan dini, ternyata melanggar Undang – Undang yang ada di Negara kita :
Undang – Undang No. 1 tahun 1974 tentang perkawinan yaitu pasal 7 ayat (1): Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 tahun. Pasal 6 Ayat 2: Untuk melangsungkan perkawinan, seseorang yang belum mencapai umur 21 tahun harus mendapat izin kedua orang tua.

Undang – Undang No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak yaitu pasal 26 ayat (1): Orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk :
– Mengasuh, memelihara, mendidik, dan melindungi anak
– Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya. dan ;
– Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak – anak.

● Dampak Fisik

Di usia remaja yang masih berkembang, sistem reproduksi belum matang, dan optimal. Jika dipaksakan, bisa menimbulkan kanker leher rahim. Selain itu, wanita yang melahirkan di usia antara 15 – 19 tahun, beresiko 2 kali lebih besar, daripada wanita usia 20 – 25 tahun.

● Kehilangan Masa Remaja

Masa remaja seharusnya digunakan untuk menuntut ilmu untuk bekal di kemudian hari, dan memperbanyak pengalaman. Jadi, belum saat nya untuk membangun sebuah kelurga dan mengurus rumah tangga.

● Pola Pikir Belum Matang

Sama hal nya seperti sistem reproduksi, pola pikir remaja biasanya belum matang, dan cenderung mengedepankan ego mereka. Pada dasarnya, di usia mereka yang masih remaja, mereka belum siap untuk membangun sebuah keluarga, dengan berbagai masalah di dalam nya. Emosi yang masih labil, dan belum bisa bertanggung jawab dengan baik, akan memperburuk keadaan rumah tangga mereka.

● Kekerasan Rumah Tangga

Seperti yang yang telah disebutkan tadi, usia remaja belum bisa berfikir dengan matang dan emosi yang masih labil. Dengan keadaan seperti itu, kekerasan dalam rumah tangga, kerap kali terjadi. Belum bisa berfikir secara jernih, dan hanya mengedepankan emosi sesaat, mereka sering kali melakukan kekerasan terhadap pasangan mereka sendiri.

● Rentan Perceraian

Menikah dini atau menikah di usia muda, sangat rentan dengan perceraian. Karena sesungguhnya, mereka belum siap untuk berkomitmen dan membangun sebuah keluarga. Mereka belum bisa berfikir secara matang, dan cenderung mementingkan emosi sesaat dalam menghadapi berbagai persoalan rumah tangga, dan pada akhirnya, percerain yang terjadi.

Demikianlah beberapa dampak buruk akibat menikah di usia dini. Sebenarnya, usia yang direkomendasikan untuk menikah adalah pada umur 21 tahun untuk wanita, dan 25 tahun untuk pria. Sedangkan usia yang ideal untuk menikah adalah antara 25 – 28 tahun. Karena pada usia tersebut, mereka bisa berfikir lebih matang, dan bertanggung jawab.

artikel-keren

nim1

Nim

Banyak orang membutukan informasi ini. Bagikan artikel GRATIS ini sekarang juga. . .

Related Post


Ciri-ciri Orang yang Sedang Berbohong kepada Anda
Ciri-ciri Orang yang Sedang Berbohong kepada Anda

Setiap orang, sebagai manusia biasa pasti pernah berbohong baik itu…