Inilah 7 Kesalahan

Saya Dalam Jualan Online

Dulu saya sangat kesulitan menjual produk digital meskipun produknya berkualitas. Jangankan untuk ratusan atau ribuan sales tapi hanya untuk satu dua sales pun rasanya seperti mengangkat batu satu ton.

Lalu seiring berjalannya waktu pelan-pelan saya menemukan jawaban atas kesulitan menghasilkan penjualan tersebut. Berikut kesalahan-kesalahan yang saya lakukan dan saya harap Anda mengambilnya sebagai pembelajaran:

1] Saya Gak “Memperkenalkan Diri”

Ternyata calon pembeli mengenal penjual itu faktor yang sangat berpengaruh terhadap terjadinya sales. Karena mereka gak tahu siapa saya, bagaimana track record saya, apa saja prestasi yang sudah saya capai, bagaimana pendapat orang tentang saya, maka jangankan orang berminat beli, lihat web penawarannya saja gak sudi.

Nah beberapa cara agar Anda gak bernasib sama seperti saya dulu adalah:

A] Buat blog pribadi dan mulailah menulis artikel dengan konsisten
B] Buat vlog dan bahas hal yang bermanfaat lalu upload ke youtube
C] Nebeng tenar kepada pihak yang sudah lebih terkenal atau punya nama besar (bisa orang, merk produk, event dll)
D] Dokumentasikan pencapaian Anda
E] Kumpulkan testimoni atau pendapat orang tentang produk atau layanan Anda

Lima hal tersebut bisa Anda pajang di halaman penjualan atau dimanapun terserah yang intinya calon buyer Anda musti lihat atau tahu. Hehe

2] Saya Gak Melakukan Pengelolaan Buyer

Dulu saya selalu berjualan kepada orang baru. Promosi gencar dengan iklan berbayar dan gratisan lalu dapat pembeli dan setelah mereka membeli mereka langsung pergi. Ini sangat tidak efektif karena biaya iklan dari waktu ke waktu bukan makin murah yang ada malah makin mahal karena tentu makin ke sini makin banyak saingan.

Membangun list khusus buyer ini penting banget karena ternyata kita akan lebih mudah berjualan kepada orang yang sudah pernah puas membeli produk kita sebelumnya. Selain alasan tersebut, manfaat berikutnya kita juga gak akan terlalu bergantung dengan iklan berbayar (dalam hal ini yang saya gunakan adalah fb ads).

Sebelum membuat list khusus buyer saya bisa menghabiskan Rp 1 juta di FB Ads hanya untuk mendapatkan 10 sales produk seharga Rp 500ribuan. Tapi setelah memiliki list buyer, saya hanya menghabiskan Rp 70ribu untuk iklan retargeting dan menghasilkan 34 sales produk Rp 500ribuan. Mantap kan?

3] Saya Gak Pake Sistem Corong Penjualan (Sales Funnel System)

Dulu saya selalu berjualan kepada orang yang baru dikenal. Kenalan langsung dijuali, kenalan baru lagi juali lagi, begitu seterusnya. Dan Anda pasti tahu hasilnya kan? Tentu saja adalah penolakan!

Ternyata dengan memakai sistem corong penjualan itu sangat efektif yaitu mengubah orang yang bukan siapa-siapa menjadi orang yang mau berkali-kali beli produk kita.

Di awal kita bisa dengan membagikan sesuatu yang gratis tapi bermanfaat atau bisa juga langsung menjual produk tapi dengan harga yang sangat murah agar mendapatkan sebanyak-banyaknya leads. Baru setelah itu mulai menawarkan produk-produk kita dengan berbagai benefit tambahan.

Secara umum market itu bisa dikelompokan menjadi 3 kelompok:
A] Cold market
B] Warm market
C] Hot market

Yang sangat empuk untuk dijuali adalah hot market jadi gak heran kalau saya dapat penolakan karena menawarkan kepada orang asing terus (cold market). Nah dengan mengetahui tingkatan market tersebut maka Anda akan sangat mudah menghasilkan penjualan karena bisa memberikan edukasi sesuai tingkatan mereka.

Oh ya salah satu alat yang bisa kita andalkan untuk mempermudah funneling ini adalah autoresponder yang bisa menjadwalkan email. Tinggal kreatifitas kita aja deh dalam merancangnya.

4] Saya Gak Peduli Dengan Tampilan Luar

Ini fatal bro. Saya bikin salespage asal-asalan, bikin cover produk juga asal jadi, theme blog dan banner-banner promosi juga gak dipikirin asal pilih aja.

Ternyata di sisi lain orang-orang begitu hati-hati mendesain materi promosi mereka. Dan imbalannya juga mereka dapatkan luar biasa.

Oleh sebab itu pelan-pelan saya mulai peduli dan meningkatkan kualitas sesuatu yang tampak luar tersebut. Saya mulai menginvestasikan uang untuk membeli theme yang bisa bikin salespage keren, beli software untuk bikin desain banner dan sebagainya.

5] Gak Ngasih Benefit Lebih

Kesalahan saya dulu juga menawarkan produk dan benefit yang itu-itu aja kepada orang yang sama. Mereka jenuh dan belum juga menemukan alasan kenapa mereka harus beli.

Solusinya ada dua yaitu pertama menjangkau audience yang berikutnya (jangan yang itu-itu aja) dan yang kedua mengganti atau menambah benefit.

Benefit disini riilnya bisa berupa bonus. Orang tertarget yang kita tawarkan sebuah produk + benefit 1 di hari pertama mungkin belum tertarik maka bisa kita tawarkan produk + benefit 2 di hari lainnya.

6] Saya Gak Mempermudah Order

Nah kadang ada orang yang gak jadi beli itu karena ribetnya cara order. No rekenignya gak ada pilihan, harus isi form yang banyak, harus konfirmasi dengan melampirkan bukti transfer, harus nunggu berjam-jam untuk diaktivasi dan keribetan lainnya.

Untuk beberapa produk affiliate yang saya promosikan sampai sekarang memang ada yang masih ribet seperti itu tapi pelajarannya untuk saya dan Anda adalah semakin mudah cara order maka semakin banyak pembeli yang merasa nyaman.

7] Saya Gak Melakukan Followup

Saya dulu gak kepikiran bahwa bisa aja orang udah order tapi karena suatu hal sepele terus gak jadi transfer. Misalnya tiba-tiba ada tamu, ada telpon, temen ngajak ngobrol dan lain sebagainya, intinya lupa deh.

Ini saya gak mengada-ada tapi beneran saya alami. Banyak yang tiba-tiba WA dan bilang “3 hari lalu order tapi kelupaan belum transfer apakah masih bisa dilanjutkan” dan sebagainya.

Akhirnya saya lebih rajin melakukan followup baik via email, WA secara langsung, atau iklan retargeting dan hasilnya luar biasa bagus.

Semoga bermanfaat

Produk Gratis

Penawaran Terbaru

Artikel Lainnya

Copyright Oralali.com – All Rights Reserved