Ampuh, 5 Strategi

Follow up Calon Buyer

Banyak orang yang sudah isi form order tapi kemudian karena suatu hal belum melanjutkan ke tahap transfer.

Kita sebagai penjual harus melakukan follow up untuk mengingatkannya.

Mindset Anda disini harus tepat bahwa follow up yang Anda lakukan adalah bertujuan untuk mengingatkan bahwa mereka udah order tapi belum melakukan pembayaran.

Nah kalau sudah diingatkan dan mereka terbukti sudah melihat pesan Anda tetapi masih juga belum bayar artinya mereka ingin membatalkannya, jadi jangan lalu dipaksa dengan terus menghubunginya.

Berikut beberapa hal penting dalam follow up:

1] Multiple Point

Anda bisa menjangkau dan mengingatkan mereka di berbagai media misalnya melalui retargeting FB Ads yang muncul di Facebook, instagram dan pihak-pihak yang bekerja sama dengan FB, bisa juga follow up melalui email, sms, whatsapp, messenger, iklan remarketing adwords dll.

Jadi seolah-olah kemanapun mereka pergi selalu muncul pengingat dari kita.

Tujuannya agar mereka bertemu pesan kita di banyak titik. Agar tidak terjadi orang batal beli karena lupa transfer (minatnya ada, duitnya ada). Jadi bukan untuk mengganggu mereka.

Sebaiknya disini kalimat pengingatnya sekreatif mungkin dan jangan menggunakan kalimat sama di semua media.

2] Angle Berbeda

Orang gak jadi beli ketika mendapat penawaran dengan sudut pandang tertentu bukan berarti dia gak akan beli sampai kapanpun. Coba beri penawaran dengan sudut pandang kedua dan seterusnya.

Jika fitur produk Anda banyak maka bisa Anda ulas secara detil per fitur tersebut dalam halaman web tersendiri karena bisa jadi orang membeli produk Anda hanya kepincut salah satu fitur atau fungsinya aja.

3] Benefit Tambahan

Usahakan jangan melakukan follow up hanya dengan benefit sama diulang-ulang.

Untuk mereka yang sudah membacanya berulang-ulang dan tidak merasa tertarik dengan benefit yang Anda tawarkan maka akan muak.

Bayangkan jika Anda menyiapkan beberapa skenario tambahan benefit setiap kali melakukan followup maka dijamin mereka pun baik yang mengikuti dari awal atau baru melihat pesan Anda akan sama-sama bisa Anda amankan perasaannya.

Minimal ketika mereka tidak jadi transfer memang karena kondisi keuangan saja yang tidak bersahabat bukan karena tidak tertarik dengan produk dan benefit yang Anda tawarkan.

4] Scarcity

Followup bisa dipadukan dengan strategi scarcity atau kelangkaan agar konversinya ugal-ugalan.

Yang sering pakai cara ini maka akan tahu betapa dahyatnya hasil yang didapatkan.

Bahkan setiap teman-teman saya launch produk digital yang saya amati di hari-hari terakhir jelang penutupan, penjualannya akan naik tajam.

Kelangkaan ini bisa secara jumlah atau bisa juga secara waktu. Pilih yang sesuai dengan produk Anda.

Kalau produk Anda merupakan produk digital saya sarankan pilihlah kelangkaan secara waktu karena kalau secara jumlah akan terasa aneh mengingat produk digital itu tidak ada habisnya (semudah copy paste).

Berbeda ketika Anda berjualan produk fisik atau mungkin Anda jualan tiket seminar bisa menerapkan strategi kelangkaan secara jumlah karena memang kuotanya terbatas.

5] Social Proof

Anda bisa lakukan follow up dengan menginformasikan bahwa orang-orang yang beruntung sudah membeli dan menikmati produk dan bonusnya.

Anda bisa juga menampilkan jumlah total pembeli, bagaimana antusias mereka terhadap produk Anda, bahkan juga testimoni kepuasan mereka.

Kenapa strategi ini penting?

Karena ada penelitian bahwa manusia cendrung melakukan sesuatu yang dilakukan orang kebanyakan.

Jadi ketika mereka tahu ada begitu banyak orang lain yang juga melakukan pembelian terhadap produk Anda, maka akan ada dorongan kuat di dalam diri mereka untuk mengikutinya.

Semoga bermanfaat

Produk Gratis

Penawaran Terbaru

Artikel Lainnya

Copyright Oralali.com – All Rights Reserved